Kamis, 11 Februari 2016

SERIAL NEGARA DAN IDEOLOGI IV

Konservatisme

I. Definisi dari Konservatisme
            Konservatisme adalah padanan kata yang berasal dari kata dalam Bahasa Latin, conservare, yang berarti melestarikan, menjaga, memelihara dan mengamalkan. Sebagaimana yang diketahui arti dari konservatisme adalah filsafat politik yang didukung oleh nilai-nilai tradisional yang berusaha mempertahankan apa yang ada sehingga tidak ada perubahan yang berarti. Dimana pemikiran konservatisme dianggap biang dari segala kebekuan pemikiran, sehingga seseorang yang memiliki pemikiran konservatif tidak akan  maju.
            Sesungguhnya mereka yang ingin melestarikan apa yang ada, agar terpelihara status quo dengan sedikit sekali perubahan di hari depan adalah konservatif. Dengan demikian konsevatisme bukanlah sebuah kumpulan kepercayaan tapi sebuah sudut pandang. Sebagai akibatnya seorang yang konservatif sangat enggan melakukan perubahan. Khususnya lembaga masyarakat yang telah lama berdiri seperti, gereja, struktur sosial-ekonomi, dan lembaga politik harus diperhatikan dengan rasa hormat dan unsur-unsur didalamnya hanya sedikit dirubah. (Carlton, dkk 2009:143)
II. Substansi dari Konservatisme
            Hal pokok dari konsevatisme adalah tradisi. Kaum konservatif beranggapan apa yang telah terjadi di masa lalu pasti membawa sanksi moral di masa depan (Carlton, dkk 2009:145-146). Jadi kaum konservatif tidak terganggu oleh lemahnya argumentasi liberal klasik tentang hak-hak dasar dan milik pribadi. Bagi kaum konservatif, tidak ada hak-hak dasar, dan juga tidak ada hak mutlak dalam milik pribadi. Hakikat ini semua adalah bagaimana caranya supaya apa yang ada tidak berubah dan perubahan yang terjadi hanya bersifat terbatas.
            Kekakuan dalam pemerintahan juga menjadi substansi pokok dari Konservatisme. Konservatisme melihat sebuah pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang mampu memberikan apa yang dibutuhkan oleh rakyatnya sesuai tradisi-tradisi normatif yang telah lama ada.
            Agama merupakan salah satu sumber konservatisme dimana, kaum konservatif biasanya sangat suka mengambil dalil-dalil dalam agama sebagai tameng mereka yang tidak suka perubahan. Konservatsime berkembang pesat ketika eropa pada masa kegelapan, dimana teori Kristen yang konservatif sangat tidak membuka ruang bagi munculnya teori diluar agama mereka.

III. Elemen-Elemen dari Konservatisme
            Konservatisme berakar dari elemen-elemen dasar sifat alami manusia yang ingin mempertahankan apa yang sudah baik bagi dirinya. Konservatisme selalu bergulat dengan kaum perubah yang ingin mengubah hal lama menjadi baru. Kaum konservatisme percaya jika perubahan itu baik maka itu hanya perlu dilakukan untuk menyempurnakan apa yang sudah ada.
Konservatisme bersandar pada prinsip nilai-nilai norma dalam masyarakat yang telah berurat berakar dan menjadi bagian dari masyarakat. Kaum konservatif sangat takut ini berubah dan berpikir jika diterapkan nilai baru maka akan muncul ketidakstabilan dalam masyarakat.
            Kaum konservatif bersifat konstitualisme dimana peraturan dalam hukum sangat mereka junjung tinggi dan benci jika ada yang mengubah hal ini. Karena hukum bagi mereka merupakan aturan tertulis terakhir yang menegaskan eksistensi mereka, karena aturan hukum pada umumnya ditulis oleh orang sebelum mereka dan mereka ingin mempertahankan hal itu.

IV. Aplikasinya dari Konservatisme dalam kehidupan saat ini
            Konservatisme secara luas sebagai sebuah ideologi banyak diterapkan dinegara-negara yang anti revolusi dan perubahan yang radikal. Seperti negara-negara di Timur Tengah. Timur Tengah dengan faham syariat islamnya tidak ingin agar faham tersebut berubah dan tetap dipakai sebagai pedoman dalam bertingkah laku.
            Di amerika serikat kita mengenal adanya partai republik. Bagaimanapun, setelah sekian lama Partai Republik lebih enggan mencoba program-program baru dibandingkan Partai Demokrat dan terbukti partai ini memusuhi kegiatan negara terutama dalam bidang kesejahteraan dan campur tangan pemerintah.
            Di Tiongkok konservatisme didasarkan pada ajaran-ajaran Kong Hu Cu. Kong Hu Cu yang hidup pada masa kekacauan dan peperangan antara berbagai kerajaan, banyak menulis tentang pentingnya keluarga, kestabilan sosial, dan ketaatan terhadap kekuasaan yang adil. Gagasan-gagasannya terus menyebar di masyarakat Tiongkok. Konservatisme Tiongkok yang tradisional yang diwarnai oleh pemikiran Kong Hu Cu telah muncul kembali pada tahun-tahun belakangan ini, meskipun selama lebih dari setengah abad ditekan oleh pemerintahan China yang komunis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar