Kamis, 11 Februari 2016

SERIAL NEGARA DAN IDEOLOGI III

Komunisme
 
I. Definisi dari Komunisme
            Komunisme adalah sebuah ideologi koreksi terhadap perkembangan dari kapitaslime pada abad ke-19. Komunisme bercirikan bahwa segala milik pribadi juga milik negara. faham ini bersumber dari buku karangan Karl Mark yaitu manifesto komunis. Komunisme sebagai sebuah ideologi sebenarnya tidak dapat diterapkan secara sempurna. Mengingat sebagian teori-teori dari faham ini bersifat utopia atau tidak mungkin terwujud.

II. Substansi dari Komunisme
            Dari urain singkat mengenai apa itu komunisme dapat kita buat sustansi pokok apa itu komunisme.
  1. Sifatnya atheis tidak mengimani adanya Tuhan. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada, kalau berfikir Tuhan tidak ada. Akan tetapi, kalau ia berfikir Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.
  2. Kurang menghargai manusia sebagai individu. Manusia itu seperti mesin. Kalau sudah tua rusak, jadilah ia rongsokan tidak berguna lagi seperti rongsokan mesin. Komunisme juga kurang menghargai individu, terbukti dari ajarannya yang tidak memperbolehkan ia menguasai alat-alat produksi.
  3. Mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis. Pemerintah komunis di Rusia pada zaman Lenin pernah mengadakan pembersihan kaum kapitalis (1919-1921). Selain pada tahun 1927 mengadakan pembersihan kaum feodal atau tuan tanah.
  4. Mempunyai doktrin the permanent atau continous revolusion (revolusi terus-menerus). Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Maka, komunisme sering disebut go International.
  5. Mempunyai program tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa jelas, dan semua orang sama.
  6. Dalam dunia politik komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu komunis.
III. Elemen-elemen penting dari komunisme
            Buruh merupakan kelas pekerja yang sejak awal menjadi penggerak revolusi dari komunisme. Buruh dan komunisme ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Ketika merebut kekuasaan komunisme selalu menggunakan tenaga buruh untuk menjatuhkan pemerintahan yang kapitalis. Buruh atau kaum proleter menurtut Karl Mark merupakan kaum yang akan membangun dunia baru dari dunia lama. Mark berpendapat buruh suatu saat akan bangkit melawan kaum kapilais dan menciptakan masyarakat tanpa kelas.
            Partai komunis, ketika komunisme berhasil menancapkan kakinya pada kekuasaan otomatis partai politik yang ada hanya ada satu, yaitu partai komunis. Seluruh kekuasaan domonopoli oleh satu partai, kedaulatan rakyat adalah kedaulatan partai, dan hanya partai lah yang benar. Komunisme sebagai ideologi berjuang meraih kekuasaan dengan jalan kekerasan dan revolusi. Namun, ketika berkuasa partai komunis justru tidak mentoleransi adanya demonstrasi dan pendapat pribadi. Suatu hal yang sangat bertentangan ketika mereka berusaha meraih kekuasaan.
            Membangun masyarakat tanpa kelas adalah tujuan akhir dari komunisme. Tapi tampaknya tujuan itu hanya utopia karena komunisme sejak awal telah membangun garis pemisah yang tegas antara rakyat biasa dengan anggota partai. Masyarakat tanpa kelas bagi komunisme adalah masyarakat yang didalamnya tidak ada pengkotak-kotakan antara buruh dengan majikan, rakyat dengan penguasa, dan kaya dengan miskin. Padahal ini merupakan hal yang mustahil untuk diwujudkan karena pada dasarnya startifikasi dalam masyarakat telah terbentuk secara alamiah.

III. Aplikasi dari Komunisme dalam kehidupan saat ini
            Komunisme telah berumur 100 tahun lebih. Meskipun demikian pokok-pokok pikirannya mengenai masyarakat industri tidak berubah, meskipun telah terjadi peubahan-perubahan yang radikal dalam masyarakat industri. Jurang antara pandangan komunis dengan dunia yang sebenarnya semakin hari makin tambah luas. Sangat sulit untuk mencari contoh negara yang menerapkan faham komunisme secara murni. Negara-negara komunis seperti RRT, Vietnam, Laos, Kore Utara, dan Kuba walaupun menerapkan ideologi komunis tetapi esensi komunismenya telah hilang, yang mereka terapkan saat ini adalah otoritarianisme semata(Carlton, dkk 2009:110) .
            Aplikasi nyata dari komunisme saat ini adalah diterapkannya ide-ide mengenai lembaga negara harus dibuat untuk menciptakan kesejahteraan bersama dan bukan untuk mensejahterakan segelintir individu. Demo anti Wall Street muncul sebagai akibat sepinya peran negara dalam kegiatan perekonomian yang kapitalis. Walaupun penyokong besar komunisme telah runtuh, tapi ideologi ini tetap hidup dan menemukan momennya ketika ada krisis ekonomi yang melanda dunia.
            Korea Utara mungkin merupakan negara yang paling konservatif dalam menerapkan komunisme dimana mereka berusaha keras untuk membuat masyarakatnya menjadi masyarakat tanpa kelas, mendidik masyarakatnya dengan ideologi komunisme sejak kecil, dan membangun industrinya dengan prinsip-prinsip Mark dan Engels. Walaupun begitu Korea Utara mungkin juga contoh gagal dari komunisme karena Korea Utara tanpa sadar telah jauh tertinggal dari negara tetangganya Korea Selatan yang menganut faham liberal. Hal ini juga menunjukkan keunggulan dari liberalisme dan kegagalan dari komunisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar